
Sosialisasi Aturan Baru Distribusi Pupuk Bersubsidi di Batu Betumpang
Batu Betumpang, 12 Maret 2025 - Kepala BSIP Bangka Belitung, (Dr. Ruslan Boy, S.P, M.Si), mendampingi PJ Satgas Swasembada Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Dr. Ir. M. Thamrin, M.Si), dan Kolonel (Inf) Hengky Yuda Setiawan dalam kegiatan sosialisasi aturan baru distribusi pupuk bersubsidi di Desa Batu Betumpang. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Direktur Pupuk dan Pestisida (Dr. Jekvy Hendra, M.Si), serta perwakilan PT Pusri.
Dalam kunjungan ini, rombongan meninjau sawah di Batu Betumpang serta berdiskusi dengan para petani mengenai berbagai kendala dalam budidaya padi dan akses pupuk bersubsidi. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Expert Detasering Brigade Pangan Polbangtan Bogor (Ir. Syafarudin, Ph.D), perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel, Korem 045 Garuda Jaya, Dandim 0432 Basel, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Camat Pulau Besar, Kepala Desa Batu Betumpang, Babinsa, Ketua Gapoktan, PPL, serta para petani setempat.
Direktur Pupuk dan Pestisida, Dr. Jekvy Hendra, M.Si, mengungkapkan bahwa Kementerian Pertanian telah menyusun aturan baru guna mempermudah distribusi pupuk bersubsidi serta mengantisipasi potensi penyimpangan dalam pendistribusiannya, sebagaimana yang telah terjadi di berbagai daerah. Selain itu, dalam rangka mendukung produktivitas pertanian, Dr. Jekvy juga mengumumkan rencana pembuatan Demonstration Plot (Demplot) penggunaan pupuk hayati cair Bioripah di sawah Batu Betumpang seluas 5 hektare. Program ini akan dilaksanakan melalui kerja sama dengan PT Pusri.
Bioripah merupakan pupuk hayati cair yang mengandung mikroorganisme bermanfaat bagi tanah. Pupuk ini membantu meningkatkan ketersediaan unsur hara di dalam tanah, sehingga lebih mudah diserap oleh tanaman. Selain itu, penggunaan Bioripah juga dapat meningkatkan efisiensi penyerapan pupuk kimia yang ditambahkan ke dalam tanah. Selain program demplot, PT Pusri juga berencana mengadakan Klinik Tani di lokasi tersebut guna memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh para petani.
Dalam kesempatan yang sama, PJ Satgas Swasembada Pangan Provinsi Babel(Dr. Ir. M. Thamrin, M.Si), menyarankan agar dalam program demplot ini digunakan lima varietas padi unggul, yaitu Cakrabuana, Inpari 32, Inpari 42, Mikongga, dan Situbondo. Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi varietas yang paling adaptif terhadap kondisi tanah setempat. Ia juga menyatakan kesiapannya untuk mendukung ketersediaan benih bagi program ini.